JAKARTA,investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komoditas emas memberikan daya dorong besar ke inflasi sepanjang tahun 2025. Emas memberikan andil hingga 0,79% pada inflasi tahunan dan muncul sebagai penyumbang inflasi bulanan hingga 11 kali selama tahun 2025.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan selama Januari hingga Desember 2025, komoditas dari komponen harga bergejolak dan komponen inti memiliki frekuensi yang lebih sering muncul sebagai komoditas utama penyumbang inflasi bulanan.
“Emas perhiasan memberikan sumbangan andil inflasi tahunan terbesar pada tahun 2025. Komoditas ini menjadi komoditas utama penyumbang inflasi bulanan sebanyak 11 kali di tahun 2025,” ucap Pudji dalam konferensi pers di kantor BPS pada Senin (5/1/2025).
Dia mengatakan berdasarkan kelompok pengeluaran inflasi tahunan utamanya didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 4,58% dan memberikan andil inflasi 1,33%.
“Komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok ini adalah cabai merah, ikan segar, cabai rawit, beras, dan daging ayam ras. Komoditas lain di luar kelompok makanan, minuman dan tembakau yang dominan memberikan andil inflasi adalah emas perhiasan,” ucap Pudji.
Bila dilihat menurut komponen maka secara umum seluruh komponen mengalami inflasi secara tahunan pada Desember 2025. Komponen inti mengalami inflasi tahunan sebesar 2,38% dan komponen ini memberikan andil inflasi terbesar dengan andil inflasi sebesar 1,53%.
“Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen inti antara lain emas perhiasan, minyak goreng, biaya sewa rumah, biaya akademi atau perguruan tinggi, dan kopi bubuk,” kata dia.
Komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi tahunan sebesar 1,93%. Komponen ini memberikan andil inflasi sebesar 0,38% dan komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah tarif air minum PAM yang terjadi di 13 wilayah, kemudian sigaret kretek mesin (SKM), bensin, dan sigaret kretek tangan (SKT).
Berikutnya komponen harga bergejolak mengalami inflasi tahunan sebesar 6,21% dengan andil inflasi sebesar 1,01%. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen harga bergejolak ini adalah cabai merah, ikan segar, cabai rawit, beras, daging ayam ras, bawang merah, dan telur ayam ras.



Comment