Breaking News Economy
Home / Economy / Airlangga: Dampak Konflik Amerika Serikat-Venezuela Masih Terbatas

Airlangga: Dampak Konflik Amerika Serikat-Venezuela Masih Terbatas

JAKARTA,investor.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto angkat bicara tentang langkah pemerintah Amerika Serikat yang menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro.

Menurut Airlangga konflik yang terjadi antara Amerika Serikat dan Venezuela akan berdampak ke harga minyak di pasar dunia. Namun sampai saat ini kondisi tersebut belum memberikan imbas ke perekonomian .

“Nanti dampaknya pasti ke harga minyak, sampai sekarang dampaknya masih terbatas,” ucap Airlangga kepada awak media di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Senin (5/1/2025).

Saat ditanya tentang dampak dari konflik ini terhadap kondisi imbal hasil (yield) surat utang Indonesia, Airlangga belum menjawab secara rinci.  Mengingat pemerintah masih melihat lebih dalam dampak dari ketegangan geopolitik yang terjadi.

“Sementara belum,” kata Airlangga .

Waspada PO Emas: Dana Masuk, Emas Tak Kunjung Datang

Sebelumnya pemerintah Amerika Serikat  menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dalam sebuah operasi militer pada Sabtu (03/01/2026) dini hari. Penangkapan ini menandai puncak dari operasi penekanan berbulan-bulan yang dilancarkan Presiden Donald Trump terhadap Venezuela, sekaligus memicu kecaman dari sejumlah pemimpin internasional. Menurut pejabat AS, Maduro ditangkap dan dibawa dengan kapal perang menuju New York untuk menghadapi tuntutan pidana di pengadilan AS.

Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi mengatakan serangan besar Amerika Serikat ke Venezuela menunjukkan terjadinya zaman premanisme global.  Dari kondisi tersebut menunjukkan bahwa premanisme global bekerja ketika kekuatan militer menggantikan legitimasi hukum, lalu narasi politik dibangun untuk menormalkan tindakan tersebut.

“Dampak ekonomi paling cepat mengalir lewat minyak dan devisa,” kata Syafruddin.

Premanisme global juga melahirkan biaya ekonomi jangka panjang melalui ketidakpastian dan disrupsi tata kelola. Disrupsi administratif seperti ini menaikkan biaya transaksi, memperlambat penagihan, dan mengacaukan perencanaan ekspor.

“Ketika risiko politik dan risiko pembayaran naik bersamaan, pelaku usaha menahan investasi, rumah tangga mempercepat substitusi ke mata uang asing, dan negara kehilangan ruang kebijakan untuk menstabilkan harga,” terang Syafruddin.

Fenomena FOMO Emas di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Editor: Arnoldus Kristianus

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share